Rumah yang Nyaman untuk Anak

Diposting pada

Rumah yang nyaman tentu akan terus terasa jika aliran listrik tidak sering padam. Karena akan mengganggu setiap aktivitas penting yang terjadi didalam rumah, seperti ketika sedang menyalakan mesin cuci, setrika, oven dan terutama ketika anak sedang belajar. Untuk itu dibutuhkan sebuah Genset Perkins. Fungis dari Genset Perkins itu sendiri untuk rumah tangga sangat banyak. Terutama ketika listrik dari PLN sedang padam. Dengan adanya Genset Perkins kebutuhan listrik akan terus terpenuhi dan hidup terus menjadi lebih nyaman.

Terletak di kawasan Jatimakmur, Bekasi, rumah Bayu terbilang cukup strategis dijangkau dari Jakarta. Tim Bintang Home tidak mengalami kesulitan menemukan rumahnya. Bayu mengaku sudah merasa nyaman tinggal di Bekasi karena aksesnya yang mudah ditempuh dari rumah ke tempat kerjanya, dan tidak tergang u hiruk pikuk Ibukota. “Rumah ini dapat diakses dengan mudah dari manapun dan kemanapun, keluar dari perumahan ini langsung terhubung dengan akses jalan raya dan tol.

Selain itu dekat dengan fasilitas publik dan nantinya akan ada LRT,” jelas Bayu. Setelah menikah dengan Elsi Adianti pada tahun 2013, Bayu dan Elsi sepakat untuk tinggal di rumah yang mereka huni sekarang ini. “Sebelum menikah saya ting al di apartemen, namun setelah menikah orang tua Elsi memberikan rumah ini untuk kami,” ungkap Bayu.

Rumah dengan luas bangunan 250 meter persegi di atas lahan seluas 280 meter persegi terbilang cukup luas bagi Bayu dan keluarganya. Kawasan perumahan yang mereka tempati tampak asri dan sejuk, terlihat masih banyaknya pepohonan rindang yang tumbuh di sekitar yang menghadirkan suasana alami dan segar. Selaras dengan itu, Elsi yang juga suka tanaman, menghiasi rumahnya dengan berbagai jenis pohon pada halaman depan rumah dan tanaman rambat yang terjuntai indah dari balkon lantai dua memenuhi fasad rumah. “Pada area fasad rumah selain dibuatkan teralis juga ditanami pohon rambat, karena rumah ini menghadap ke timur, agar tidak terlalu panas di siang hari.

Semua ini idenya istri, mulai dari konsep tanaman sampai pemilihan jenis pohon,” tambah Bayu. Sejak ditempati pada 2013, rumah dua lantai ini sudah mengalami renovasi beberapa kali, dan masih akan ada beberapa perbaikan lagi untuk mencapai rumah impian. Namun sejak hadirnya sang buah hati, si kembar Alika Kania Anindya dan Kalia Anika Anindya yang lahir pada 2017, perombakan total fungsi rumah dilakukan demi menghadirkan rumah yang nyaman untuk anak-anak mereka. Lantai satu dijadikan area publik yang berfungsi sebagai tempat berkumpul keluarga, teman dan tamu.

Sedangkan lantai dua dijadikan ruang keluarga dan ruang pribadi pemilik rumah. “Bagi saya rumah idaman itu harus nyaman buat anak-anak, adanya tempat dan fasilitas bermain anak. Di lantai dua difokuskan untuk area keluarga sedangkan lantai satu untuk area umum,” tambah Bayu. Untuk urusan penataan dan dekorasi rumah, Bayu dan isteri melakukannya dengan sangat simpel namun detail. Pemilihan warna putih yang dominan pada ruang tamu memunculkan kesan elegan, hal itu nampak pada dinding ruangan dan dua sofa besar, ditambah dengan aksen lampu gantung sebagai pencahayaan tambahan pada ruangan, sangat menarik secara visual.

Selain itu, elemen dekoratif yang menghiasi ruangan ini, seperti hiasan kaligraf dan lukisan, serta benda-benda koleksi yang ditempatkan pada sela-sela dinding sorotan pencahayaan yang indah menambah kesan artistik. Pemilik rumah sangat apik menata ruangan ini dan membuat para tamu merasa nyaman. Akses menuju lantai dua terdapat tanga beton dengan pegangan besi, cukup aman digunakan oleh anakanak. Di bawah tanga terdapat benda-benda koleksi dan piala penghargaan yang didapat anak pertama Bayu, Avrielle Anachiara.

Sedangkan pada dinding tanga terpampang fotofoto Bayu dan Elsi. Pada lantai dua rumah ini dipusatkan semua aktivitas keluarga. Perluasan kamar tidur utama dijadikan satu ruangan dengan ruang keluarga dan hanya diberi partisi sepotong board yang memuat dokumentasi foto-foto perjalanan hidup Bayu dan Elsi serta anak-anak mereka. “Ini adalah dinding inspirasi sebagai motivasi hidup, foto-foto saat masih berdua sampai hadirnya si kembar,” kata Bayu. Pada ruangan ini terdapat sofa besar untuk bersantai-santai yang menghadap televisi dan bersebelahan dengan itu terdapat area kerja Bayu di sudut ruangan.

Dapur kering juga ditempatkan di ruangan ini yang memuat peralatan masak, kompor portabel, kabinet dan kulkas, serta dilengkapi dengan dua kursi dan meja makan kecil. Hal ini dilakukannya untuk memudahkan segala kebutuhan anak mereka sambil menikmati waktu santai ataupun menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Sehinga semuanya dapat terpantau dalam satu ruangan. “Setelah saya dan istri pulang kerja, semuanya berkumpul di atas, agar mudah terpantau dan terawasi.

Ada dapur kering di ruangan ini, biar tidak ribet bolak balik, biar mudah menyiapkan makan buat si kembar dan buat yang lainnya juga,” jelas pengemar klub sepakbola Chelsea ini. Namun demikian, Bayu dan Istri sangat memerhatikan kebersihan dan kenyamanan ruangan, semua penempatan furnitur ditata rapi. Pengunaan material kayu pada bagian lantai memberikan kesan natural, sedikit sentuhan elemen dekoratif pada lampu gantung dan tiga buah jam dinding yang menunjukkan tiga waktu berbeda dari benua Asia, Amerika dan Eropa memberikan aksen unik pada ruangan ini.

Bersebelahan dengan ruang kamar tidur utama terdapat sebuah ruangan tambahan yang secara khusus diperuntukkan bagi si kembar. Bayu sangat memperhatikan kebutuhan dan perkembangan anakanaknya, terbukti ruangan ini dipenuhi berbagai jenis perlengkapan dan mainan edukatif untuk anak-anak. “Sengaja ada penambahan kamar untuk mereka, satu ruangan yang dijadikan area bermain agar si kembar tidak jenuh dan menunjang tumbuh kembangnya,” ungkap Bayu.

Sedangkan area yang menjadi favorit Bayu adalah balkon di lantai dua. Yang menarik adalah salah satu furnitur yang sangat berkesan baginya, sebuah kursi santai yang digunakannya sebagai tempat menyendiri dan mencari inspirasi. “Barang yang paling berkesan adalah kursi santai di balkon yang dibeli di Bali. Pada pandangan pertama saya sudah suka, lalu saat duduk di atasnya, terasa santai dan nyaman,” jelas pengagum Habibie ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *